Jibrilberkata, "Aku menyampaikan Taurat kepada Musa, menyampaikan Zabur kepada Dawud, menyampaikan Injil kepada Isa dan menyampaikan al-Furqan kepada Muhammad SAW. Aku sampaikan pula semua risalah kepada setiap Rasul dan semua shuhuf (lembaran kitab suci) kepada yang berhak menerimanya."
NabiMuhammad juga telah disebut dalam kitab agama Persia dan Hindu. Seperti dikutip dari buku berjudul "Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad, Volume 1" oleh Moenawar Khalil, disebutkan bahwa datangnya Nabi Muhammad SAW kepada umat manusia telah disebutkan dan dinyatakan dalam kitab Taurat dan Injil.
NabiMuhammad sudah termaktub/tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada sisi mereka. 3. Surat 48 ayat 29. Tanda-tanda/ sifat-sifat Nabi Muhammad ada tersebut di dalam Taurat maupun Injil. Nabi Muhammad SAW Tertulis di dalam INJIL (Perjanjian Baru) Lihat. 1. Injil Johanes 14:15+16. 2. Johanes 15:26. 3. Johanes 16:7+8 dan 13. 4. Injil
AhlulKitab mengingkari risalah Nabi Muhammad SAW meski ada dalam kitab suci Friday,4 Zulqaidah 1443 / 03 June 2022 Jadwal Shalat. Mode Layar. Al-Quran Digital. Indeks. Networks Nabi Muhammad Muslimah Kisah Fatwa Mozaik Kajian Alquran Doa hadist. Internasional. Timur tengah Palestina Eropa Amerika Asia Afrika Jejak Waktu Australia
DanAllah akan mengajarkan kepadanya (Isa 'alaihis salam) Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel. (QS. Ali-Imran [3] : 49) Inilah keistimewaan peranan Al-Qur'an sekaligus peranan Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wa sallam yang sungguh sangat berbeda dengan peranan Taurat maupun Injil atau peranan Nabi
Salahsatu kewajiban bagi setiap muslim adalah mengimani kitab-kitab Allah yang telah diturunkan-Nya kepada para nabi-Nya. Kitab-kitab yang wajib diimani adalah Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran. Akan tetapi Al-Quran sudah menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya yang sudah terdapat banyak penyelewengan yang dilakukan oleh para Ahli Kitab sehingga kitab tersebut tidak asli 100% lagi. Di dalam Al
. Ilustrasi ahlul kitab. Ahlul Kitab mengingkari risalah Nabi Muhammad SAW meski ada dalam kitab suci mereka JAKARTA - Para ahlul kitab dengan sengaja menyembunyikan kebenaran yang diturunkan Allah SWT dalam kitab Taurat maupun Injil. Mereka pun memutar balikan hukum dengan mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram. Pengurus Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Imam Besar Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan UAD, Ustadz Nur Kholis, menjelaskan bahwa yang disembunyikan oleh para ahlul kitab adalah tentang ciri-ciri kenabian dari Nabi Muhammad SAW. Menukil keterangan Ibnu Abbas dalam tafsir al kabir, terdapat beberapa tokoh ahlul kitab salah satunya adalah Ka'ab bin Asyraf yang menyembunyikan informasi yang sangat penting bagi umat manusia yaini tentang ciri-ciri rasul terakhir yang telah digambarkan dalam Taurat dan Injil. Ka'ab dan para pemimpin ahlul kitab lainnya sangat mengetahui bahwa Nabi Muhammad SAW itu benar-benar nabi dan rasul terakhir. Sebagaimana ciri-cirinya telah disebutkan dalam Taurat dan Injil. Akan tetapi mereka menyembunyikan kebenaran itu dari setiap manusia. Menurut Ustadz Nur Kholis para ahlul kitab mempunyai kepentingan duniawi sehingga menyembunyikan kebenaran tentang kenabian Nabi Muhammad SAW. Sebab pada masa lalu Ka’ab dan para tokoh ahlul kitab lainnya begitu sangat dihormati dan dimuliakan. Para pengikutnya pun dengan senang hati memberikan berbagai hadiah. Sehingga para ahlul kitab khawatir kebesaran mereka akan hilang bila orang-orang mengetahui tentang nabi dan rasul terakhir sebagaimana dijelaskan Taurat dan Injil. "Mereka merasa kehilangan pamornya, kepentingan duniawi yang selama ini tercukupi dengan apa yang dihadirkan oleh umatnya itu nanti bisa hilang. Maka mereka berupaya keras untuk menutupi identitas Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir," kata Ustadz Nur Kholis saat mengisi kajian tafsir surat Al Baqarah ayat 174-176 إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۙ أُولَٰئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ نَزَّلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِي الْكِتَابِ لَفِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit murah, mereka itu sebenarnya tidak memakan tidak menelan ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.” “Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!” Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang kebenaran Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh dari kebenaran.” Ustadz Nur Kholis yang juga Dekan Fakultas Agama Islam UAD Yogyakarta mengatakan yang dilakukan Ka'ab bin Asyraf dan para ahlul kitab lainnya saat itu adalah penyembunyian kebenaran yang maha besar. “Mereka telah melakukan dua kejahatan yaini menyembunyikan ayat-ayat Allah SWT dan menyesatkan umat manusia,” kata dia dalam yang diselenggarakan Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan UAD, Bantul, Yogyakarta beberapa waktu lalu. sumber Harian Republika
Jakarta - Meski sudah lewat 12 Rabiul Awal, masyarakat di berbagai daerah masih melakukan berbagai acara untuk memperingati Maulid Nabi. Memang, tradisi di Indonesia, peringatan Maulid Nabi tidak mesti bersamaan pada hari H kelahiran Nabi. Kelahiran nabi akhir zaman, Muhammad SAW telah diramalkan oleh para ahli kitab, baik Yahudi maupun Nasrani. Mereka yakin nabi mulia itu akan datang dan menyempurnakan agama. Ramalan itu tak lepas dari disebutnya sosok dan ciri-ciri Nabi Muhammad SAW dalam kitab suci umat terdahulu. Misalnya, dalam Taurat maupun Injil. Kisah percakapan Nabi Musa dengan Allah SWT menunjukkan bahwa sebenarnya ciri-ciri Nabi Muhammad sudah disinggung dalam kitab suci. Antara Lesti Kejora, Lagu 'Sekali Seumur Hidup' dan Cinta Sejati dalam Perspektif Islam Maulid Nabi dan Kisah Nabi Musa Iri Lantas Kepincut Jadi Umat Muhammad SAW Antara Lesti Kejora, Lagu 'Sekali Seumur Hidup' dan Cinta Sejati dalam Perspektif Islam Bahkan saking mengimaninya, sebelum Rasulullah SAW lahir, umat Yahudi selalu bertawasul kepadanya agar diberi kemenangan saat melakukan peperangan. Mereka juga berdoa agar nabi akhir zaman itu berasal dari kaumnya. Namun, Yahudi adalah kaum yang tinggi hati. Akibatnya, ketika Nabi Muhammad SAW terlahir bukan dari Bani Israil, mereka tidak lagi mengimaninya. Sosok yang mereka tunggu ternyata terlahir dari bany Quraisy. Terlepad dari hal itu, dalam Kitab Taurat, sosok dan ciri-ciri Nabi Muhammad sudah tercatat dengan baik. Itu adalah jawaban kenapa rabi Yahudi bisa dengan mudah mengenali tanda-tanda kenabian Muhammad SAW, meski kala itu belum diangkat sebagai Rasul. Saksikan Video Pilihan IniBudidaya Lebah Madu Ala Santri Rubat Mbalong CilacapJemaat Samaria berjalan saat fajar menuju puncak Gunung Gerizim selama perayaan Shavuot menurut tradisi Samaria di dekat kota Nablus di Tepi Barat utara 5/6/2022. Perayaan ini menandai pemberian Taurat kepada orang Israel di Gunung Sinai selama tujuh minggu setelah eksodus alkitabiah mereka dari Mesir.AFP/Jaafar AshtiyehMengutip laman NU, Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip riwayat berikut عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، قَالَ لَقِيتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو فَقُلْتُ أَخْبِرْنِي عَنْ صِفَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي التَّوْرَاةِ. قَالَ أَجَلْ وَاللَّهِ، إِنَّهُ لَمَوْصُوفٌ فِي التَّوْرَاةِ كَصِفَتِهِ فِي الْقُرْآنِ "يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا وَحِرْزًا لِلْأُمِّيِّينَ، أَنْتَ عَبْدِي وَرَسُولِي، سَمَّيْتُكَ الْمُتَوَكِّلَ، لَيْسَ بِفَظٍّ وَلَا غَلِيظٍ، وَلَا صخَّاب فِي الْأَسْوَاقِ، وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ، وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَصْفَحُ، وَلَنْ يَقْبِضَهُ اللَّهُ حَتَّى يُقِيمَ بِهِ الْمِلَّةَ الْعَوْجَاءَ، بِأَنْ يَقُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَيَفْتَحَ بِهِ قُلُوبًا غُلفا، وَآذَانًا صُمًّا، وَأَعْيُنًا عُمْيًا " Artinya “Dari Atha bin Yasar, dia berkata, Dia pernah bertemu Abdullah ibnu Amr, lalu ia bertanya kepadanya, Ceritakanlah kepadaku tentang sifat Rasulullah saw di dalam kitab Taurat.’ Abdullah bin Amr menjawab, Memang benar, demi Allah, sesungguhnya sifat beliau terdapat dalam kitab Taurat, persis seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an, Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, serta menjadi benteng bagi orang-orang yang ummi. Engkau adalah hamba dan Rasul-Ku, Aku menamaimu mutawakkil’ orang yang berserah diri, engkau tidak bersikap keras juga tidak berhati kasar. Allah tidak akan mencabut nyawanya sebelum ia mampu meluruskan ajaran agama yang menyimpang dengan kalimat La ilaha illallah’, menyadarkan orang yang hatinya masih tertutup dari kebenaran, telinganya masih tuli dari kebajikan, dan matanya buta dari ajaran yang lurus.’” Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’anil Adzim, 2000 juz VI, halaman 407. Dalam tafsir tersebut, disebut bahwa Nabi Muhammad adalah saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Nabi Muhammad juga menjadi benteng bagi orang yang ummi bodoh atau membawa pencerahan. Nabi digambarkan sebagai orang yang berserah diri mutawakil, tidak keras dan berhati lembut. Nabi Muhammad tidak akan wafat sebelum berhasil meluruskan agama yang menyimpang dengan kalimat 'La ilaaha Illallaah', tiada tuhan selain Allah. Nabi Muhammad juga membawa cahaya kebenaran untuk orang yang hatinya masih tertutup, masih tuli dari kebahikan dan buta matanya dari ajaran yang lurus. Tim Rembulan* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Kitab Taurat menegaskan Muhammad SAW nabi dan rasul pamungkas. Rasulullah SAW ilustrasi Berita tentang kedatangan nabi dan rasul terakhir, yaitu Muhammad SAW tidak hanya disebutkan dalam Injil, tetapi juga kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS. Allah SWT berfirman, dalam Surat Al Araf ayat 157. "Yaitu orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka." Menurut Ibnu Al Jauzy dalam kitab Al Wafa, dalam Taurat, Nabi Muhammad memiliki ciri-ciri yang sama dengan yang ada dalam Alquran. Dalam Taurat Nabi Muhammad diutus sebagai saksi, dan pembawa kabar gembira serta pemberi peringatan, untuk menjaga agama. Muhammad SAW disebut Al-Mutawakkil, bukan orang yang berperangai jahat, bukan pula orang yang kasar, dan bukan orang suka berteriak di pasar. Dia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, akan tetapi pemaaf. Allah SWT tidak akan mencabut nyawa beliau sebelum agama yang bengkok menjadi lurus, sehingga mereka semua mengucapkan kalimat La llaha illallah. Allah membuka melalui beliau mata orang-orang yang buta, telinga-telinga yang tuli dan hati-hati yang lalai." Lafal hadis ini hanya diriwayatkan Al Bukhari. Dalam Taurat juga dijelaskan mengenai riwayat hidup Muhammad SAW. Dia lahir di Makkah. Tempat hijrah beliau adalah Thabah Madinah. Kekuasaan beliau berada di Syam. Beliau bukan orang yang keji, tidak pula suka berteriak di pasar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, akan tetapi beliau suka memberi maaf." Umat beliau adalah orang orang yang suka memuji Allah SWT, bertakbir pada setiap tempat, bertahmid pada setiap rumah. Mereka mengenakan sarung pada setengah badan mereka. Mereka berwudhu dengan membasuh anggota badan mereka. Mereka diserukan di langit. Barisan mereka dalam peperangan seperti barisan mereka pada waktu shalat. Pada malam hari, suara mereka mendengung seperti dengungan lebah. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
Saya dan Imam Ruswan mempunyai hubungan yang sangat baik. Dia bertanya kepada saya, mengapa umat Nasrani tidak percaya Muhammad disebut dalam Kitab Taurat. “Di manakan dia disebutkan?” saya bertanya. “Dalam Kitab Ulangan 18,” jawabnya. Lalu kami membincangkannya bersama. Allah Menjanjikan Seorang Nabi akan Datang Dalam Kitab Ulangan, Allah memberitahukan pada Musa “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini . . . dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya” Taurat, Ulangan 1818. Umat Muslim Percaya ini Merujuk kepada Muhammad Saya mengerti mengapa Muslim memikirkan ayat tersebut merujuk kepada Nabi Islam. Sudah tentu, bila Nabi Islam adalah pribadi yang penting bagi Muslim, seharusnya Muhammad disebut dalam Kitab Taurat atau Injil. Tetapi apakah ramalan ini merujuk kepadanya? Nabi itu Adalah Orang Yahudi Hal yang pertama yang harus kita teliti adalah nabi yang akan datang itu adalah seorang yang berbangsa Yahudi, sama seperti Musa. Nabi Islam bukanlah seorang yang berbangsa Yahudi, bukan? Karena itu, firman tersebut bukanlah merujuk kepada Nabi Islam. Email kami jika Anda tidak setuju. Ratusan Nubuatan Merujuk Kepada Isa Terdapat lebih dari 300 nubuatan dalam Kitab Taurat tentang kedatangan dan pekerjaan Isa Al-Masih yang telah Ia genapi. Isa berkata, “Inilah perkataan-Ku . . . bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci” Injil, Rasul Lukas 2444-45. Dia Hanya Membicarakan Firman Allah Allah menjanjikan nabi ini, “Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya” Ulangan 1818. Apakah Isa membicarakan firman Allah atau perkataan-Nya sendiri? Injil Yohanes 11 dan Al-Quran Qs 339 merujuk kepada Isa sebagai Firman Allah. Isa berkata bahwa Dia hanya memberitakan firman yang telah Allah berikan kepada-Nya. “Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa* [Allah], yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku” Injil, Yohanes 1249-50. Adakah Kita Menaati-Nya? Allah berkata, “dialah yang harus kamu dengarkan” Taurat, Ulangan 1815. Imam Ruswan mendengar dan menyelidiki kebenaran tentang Isa sesuai dengan janji Allah kepada Musa. Bukti ini menunjukkan kepada satu, yaitu Isa Al-Masih. Dalam ayat-ayat di atas, kita membaca bahwa Isa “membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.” Maukah Anda minta Isa untuk melakukannya untuk Anda? Ini sangat penting karena Isa berkata bahwa firman Allah “membawa kepada kehidupan kekal.” Hubungi kami jika Anda ingin minta Isa membuka pikiran Anda untuk mengerti Firman Allah. *Apabila Isa Al-Masih mengatakan bahwa Allah adalah “Bapanya”, ini membicarakan tentang hubungan sorgawi, bukan bapa fizikal atau biologi. [Staf Isa dan Islam – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.] Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut Mengapa nabi yang disebut dalam Kitab Taurat tidak cocok dengan Muhammad? Mengapa penting bahwa Isa Al-Masih menggenapi lebih dari 300 nubuat dari Taurat? Apakah saudara ingin Isa Al-Masih membuka pikiran saudara untuk memahami Kitab Suci? Jelaskan alasanya! Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Artikel Terkait Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut Benarkah Ramalan Nabi Islam Tertulis Dalam Kitab Ulangan 18? Tidak Ada Nubuat Tentang Muhammad Dalam Kitab Allah! Apakah Isa Al-Masih Sama Dengan Nabi-Nabi Lainnya? Keistimewaan Identitas Muhammad dan Isa Al-Masih Video Apakah Isa Al-Masih Melebihi Nabi Lain? Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.” Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS/WA ke 0812-8100-0718
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala mempersiapkan alam semesta ini secara keseluruhan untuk menyambut risalah penutup para nabi sekaligus pengemban tuntunan Allah yang akan menyampaikannya kepada penduduk bumi, Shallallahu 'Alaihi awal penciptaan sudah ada nama Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan kesiapan bagi risalahnya. Karenanya, sejak masa Adam pun sejatinya tatanan yang berlaku adalah yang dibawa turun oleh Adam ke bumi dan ia dapatkan langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala berupa kepasrahan diri dan penyerahan urusan kepada Allah. Itulah "tatanan langit" sejak awal penciptaan sampai nabi yang mengemban risalah-risalah samawiyah pun tidak lain hanya menyampaikan risalah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Al-Quran Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman [yang artinya], "Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, 'Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan berfirman, 'Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?Mereka menjawab, "Kami mengakui,"Allah berfirman, 'Kalau begitu saksikanlah hai para nabi dan Aku menjadi saksi pula bersama kamu. -QS. Ali Imran 81Begitulah pengabaran Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada kita dalam kitab-Nya, Al-Quran Al-Karim, bahwa ia mengambil perjanjian atas semua nabi untuk menyampaikan kabar gembira berupa kedatangan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan untuk membenarkan risalahnya. Jika Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mengambil perjanjian ini dengan menghimpun para nabi saat mereka berada di alam ruh, dapat ditegaskan bahwa setiap nabi telah mengikat janji untuk menyampaikan risalah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada para pengikutnya dan orang-orang yang mengimaninya.$ads={1}Dari sulbi anak-anak Adam Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengambil keturunan yang akan menjadi generasi penerus sampai Hari Kiamat. Allah juga mengambil kesaksian mereka atas Allah sendiri dan atas ketuhanan- Nya. Ini sebagaimana yang dinyatakan dalam firman Allah Ta'ala [yang artinya], "Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman, "Bukankah Aku ini Tuhanmu?"Mereka menjawab, "Betul Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi."Oleh karena itu dalam atsar yang diriwayatkan dari Maisarah Radhiyallahu 'Anha saat ia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Wahai Rasulullah, kapan engkau menjadi seorang nabi?"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, "Saat Adam masih berada di antara ruh dan jasad, Allah mengambil perjanjian dariku." 1Begitulah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyatakan ketuhanan Al-Khaliq Al-A'zham bersama seluruh makhluk sementara Adam masih antara ruh dan jasad. Begitu pula, di antara Adam 'Alaihis Salam dengan Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam terdapat sekian banyak rasul yang menyampaikan petunjuk menuju jalan kebenaran, agar tak seorang pun kelak di Hari Kiamat kelak menyampaikan sanggahan bahwa belum ada orang yang mengingatkannya pada tuntunan Allah, atau pemberi kabar gembira dan peringatan terkait apa yang dihadapi manusia di akhirat. 1 Sahih dengan lafal, "Aku menjadi nabi saat Adam berada di antara ruh dan jasad." Disampaikan oleh Abu Nu'aim dalam al-Hilyah dari Maisarah al-Fajr, dan oleh Ibnu Saad dari Abu al-Jad'a, dan Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Dari LangitAhlul Kitab mengenali Nabi kita Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebagaimana mereka mengenali anak-anak mereka. Mereka mendapati sosok beliau tertulis dalam kitab-kitab samawi mereka terdahulu, yakni dalam Taurat dan Al-Karim pun menyebutkan hal itu di beberapa ayat, di antaranya1. Firman Allah Ta'ala [yang artinya], "Orang- orang Yahudi dan Nasrani yang telah kami beri Al-Kitab Taurat dan Injil mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui."-QS. Al-Baqarah 146Imam Sya'rawi Rahimahullah Ta'ala mengatakan dalam tafsirnya terhadap ayat ini. Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman bahwa sesungguhnya orang-orang yang kepada mereka diturunkan kitab sebelum Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mereka mengenal apa? Apakah mereka mengetahui perkara pengalihan kiblat? Atau mereka mengetahui perkara Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan pengutusan serta risalah beliau yang mereka buat dengan segala upaya agar diragukan adanya?Allah Subhanahu Wa Ta'ala menerangkan hal ini kepada kita dalam firman-Nya Ta'ala [yang artinya], "Dan setelah datang kepada mereka Al-Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon kedatangan Nabi untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu."-QS. Al-Baqarah 89Dengan demikian kaum Yahudi dan Nasrani mengetahui risalah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Bahwa beliau tercantum dalam Taurat serta Injil adalah benar, dan mereka dituntut untuk mengimani al-Ahbar duduk di suatu majelis sementara Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu juga ada di tempat itu. Umar pun bertanya kepada Ka'ab, "Apakah kalian mengetahui beliau, wahai Ka'ab?"-Yakni apakah kalian mengetahui Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam beserta risalah dan ciri-ciri beliau?Ka'ab yang juga sebagai tokoh berilmu di kalangan Yahudi mengatakan, "Aku mengetahuinya seperti aku mengetahui anakku, namun pengetahuanku tentang Muhammad lebih kuat dari pengetahuanku tentang anakku."Begitu ditanya kenapa, Ka'ab mengatakan, "Tentang anakku, masih aku khawatirkan bila istriku mengkhianatiku terkait benar tidaknya ia anakku. Sementara Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan ciri-ciri yang disebut secara rinci dalam Taurat, kami tak mungkin keliru tentangnya."Jadi, Ahlul Kitab mengenal Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan mengetahui masa serta risalah beliau. Di antara mereka yang masuk Islam dan beriman, mereka melakukan itu dengan lapang dada. Adapun mereka yang tidak beriman dan kafir terhadap risalah yang disampaikan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, mereka mengetahui akan tetapi mereka menyembunyikan yang mereka Subhanahu Wa Ta'ala mengatakan tentang mereka [yang artinya], "Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui." -QS. Al-Baqarah 146Begitu dikatakan menyembunyikan sesuatu, seakan-akan sesuatu itu memang selayaknya harus dimunculkan dan diberitahukan secara luas. Kebenaran memang selayaknya harus dimunculkan dan diberitahukan secara luas. Akan tetapi mengingkari kebenaran dan menyembunyikan membutuhkan upaya yang yang mencermati perkara-perkara yang membutuhkan kecermatan berusaha mencegah kekuatan yang dapat menyembunyikan membuat orang-orang yang bersamanya tidak bisa tidur sampai kekuatannya luntur hingga mengucapkan kebenaran. Karena pengucapan kebenaran tidak membutuhkan upaya yang berat Menyembunyikan dan tidak mengucapkan kebenaran itulah yang membutuhkan kekuatan serta upaya yang berat. Tetapi Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman [yang artinya], "Mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui." mencermatiJadi, mereka tidak bodoh tanpa pengetahuan. Mereka justru mengetahui kebenaran. Namun apakah mereka mampu menyembunyikan kebenaran dari Allah? Tentu tidak, pasti kebenaran itu akan kedustaan dan kebatilan tersebar, maka ini seperti rasa sakit yang terjadi di badan. Manusia tidak menyukai rasa sakit. Tetapi rasa sakit ini bagian dari pasukan kesembuhan karena membuat seseorang tersadarkan bahwasanya ada bagian yang terkena penyakit. Dengan demikian ia pun memeriksanya dan mengupayakan berbagai sebab Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman [yang artinya], "Yaitu orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang munkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya Al-Quran, mereka itulah orang-orang yang beruntung."-QS. Al- A'raf 157Baca juga Ringkasan Sirah Nabawiyah Kisah Singkat Nabi Muhammad dari Lahir-WafatImam Sya'rawi Rahimahullah Ta'ala mengatakan dalam tafsirnya terhadap ayat ini, bahwasanya ini sembilan ciri Sayyidina Rasulullah Shallallahu 'Alaihi bahwa Allah menurunkan wahyu kepada beliau berupa kitab khusus yakni Al-Quran. Beliau mempunyai mukjizat-mukjizat. Beliau menyampaikan dan mengabarkan tentang akidah, ibadah, dan akhlak yang paling utama dan paripurna. Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam seorang yang ummiy, tidak tahu baca-tulis, dan tidak belajar pada seorang guru pun. Sebab, beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam tetap dengan kondisi sebagaimana beliau dilahirkan. Allah Jalla Wa 'Ala telah menyebutkan beliau lengkap dengan nama, ciri-ciri, serta ketermasyhuran beliau di kalangan Yahudi dan Nasrani karena tercantum dalam Taurat dan Injil. Tapi orang-orang kafir menyembunyikannya dari mereka atau membuat penakwilan yang tidak semestinya pada yang dinyatakan oleh beliau menyuruh mereka pada kebaikan, memerintah mereka melakukan hal-hal yang sesuai dengan tuntutan karakter-karakter jiwa yang lurus dan fitrah yang murni. Sebab, hal-hal itulah yang membawa mereka pada keberhasilan di dunia dan keberuntungan di bahwa beliau Shallallahu Alaihi Wasallam melarang dan mencegah mereka dari semua kemungkaran yang dipandang buruk oleh fitrah yang lurus dan budi pekerti yang luhur. Beliau menghalalkan yang baik-baik bagi mereka yang sebelumnya pernah diharamkan, bahkan Allah mencegah mereka darinya sebagai balasan atas kesewenang-wenangan dan kesesatan mereka. Beliau mengharamkan bagi mereka semua yang membahayakan. dan kotor, seperti memakan bangkai dan harta yang haram seperti riba, suap, dan kecurangan. Beliau meringankan tugas-tugas yang memberatkan dan menyulitkan mereka yang tercantum dalam syariat Musa 'Alaihis Salam, seperti memotong organ tubuh yang melakukan kesalahan dan mengharamkan harta rampasan perang bagi mereka dan harus dibakar. Demikian pula Allah meringankan dan membebaskan mereka dari ketentuan-ketentuan yang ketat yang pernah ditetapkan kepada mereka sebagai bentuk hukuman bagi mereka atas kefasikan dan kezaliman Jalla Sya ruh berfirman [yang artinya], "Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan bagi mereka memakan makanan yang baik- baik yang sebelumnya dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi manusia dari jalan Allah, dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih."-QS. An-Nisa` 160- 161$ads={2}Demikianlah Allah memberitahukan kepada para rasul terdahulu tentang Sayyidina Rasulullah bahwa mereka harus menyampaikan kepada kaum mereka masing-masing akan datangnya Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Agar kaum-kaum yang menyaksikan dan semasa dengan risalah beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengimani bahwa Rasulullah tidak pernah hidup semasa dengan seorang rasul pun, akan tetapi kabar gembira tentang beliau telah disampaikan oleh para nabi mereka dan tercantum dalam kitab-kitab yang diturunkan kepada rasul sebelum Muhammad Shalawatullah Wasalamuhu 'Alaihi, diperintahkan Allah untuk menyampaikan kepada kaum di mana para rasul itu diutus. Yakni, bahwa mereka harus mengikuti Rasul Muhammad, mengimani beliau, dan tak berpegang pada kendali temporal sesuai zaman mereka takut bila itu dicabut dari mereka. Begitu Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam datangdisertai mukjizat dan bukti nyata, mereka harus mengimani beliau. Simak firman Allah, [yang artinya], "Ingatlah saat Allah mengambil perjanjian para nabi."-QS. Ali 'Imran 81Jadi, Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menata agar setiap unsur keimanan tak terganggu oleh keyakinan agama-agama lain. Para penganut agama yang ada pun tidak keliru memahami dan menyangka ada agama lain yang datang untuk menghapuskan agama mereka serta mengambil kendali temporal darinya. Hal demikian karena risalah iman senantiasa terhubung sepanjang masa. la mengungkapkan berbagai ketetapan kepada manusia di sepanjang rasul berupaya agar kehidupan manusia berlangsung dengan aman bahagia dan saling menopang di antara potensi-potensi yang ada tanpa ada pertentangan dalam gerak-geriknya. Allah telah memerintahkan itu kepada para rasul dan mengambil perjanjian itu Allah menegaskannya dengan firman- Nya [yang artinya], "Apakah kamu mengakui."Allah mewahyukan kalam yang mengukuhkan tatanan ini kepada mereka. Maka dari itu bagi pengikut nabi tidak boleh menabrak risalah baru yang didukung dengan mukjizat dan diperkuat dengan tatanan yang menjamin kehidupan, keselamatan, dan kebahagiaan bagi tidak hanya menjadikan iman kepada risalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebagai pengabaran saja. Dia juga memberikan tanda bagi Muhammad sendiri dalam kitab-kitab yang mendahuluinya, dan mengung- kapkan ciri pribadinya kepada mereka. Penjelasan yang disertai dengan ciri-ciri yang berkaitan dengan pribadinya tentu lebih terang daripada pengabaran tentang dirinya saja dengan dari itu Abdullah bin Salam, saat ditanya Umar Radhiyallahu 'Anhu tentang Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, ia katakan, "Hai, Nak. Aku lebih tahu tentang dia."Umar bertanya, "Kenapa?"Abdullah bin Salam menjawab, "Karena aku tidak ragu tentang Muhammad, bahwa ia seorang nabi. Adapun tentang anakku, bisa saja ibunya berkhianat."Umar pun mencium dari itu Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman [yang artinya], "Mereka mengenalnya sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka."-QS. Al-An'am 20Tidak diragukan bahwa manusia mengenal anak-nya secara cermat. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mempunyai tanda-tanda khusus yang membuktikan sosok beliau Shallallahu Alaihi Wasallam secara perjalanan Isra Mi'raj pun perkaranya bukan sekedar kata-kata. Akan tetapi saat ditanya tentang perjalanan ini, beliau mengatakan, "Aku melihat Musa. Ternyata ia sosok berambut ikal dan kurus. 2 Rambut ikalnya seperti orang juga melihat Isa. Ternyata ia sosok yang berperawakan sedang. Ia seperti keluar dari tempat pemandian. Aku adalah keturunan Ibrahim yang paling mirip dengannya."3Demikian pula yang Allah sampaikan dalam Taurat dan Injil. Bukan pengabaran tentang Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam saja. Allah juga memberikan penjelasan-penjelasan tentang beliau secara detail yang dapat menggambarkan sosok tidak ada kerancuan dengan adanya orang yang menyertai sosok beliau saat masa kedatangan beliau tiba.2 Dharb kurus; dagingnya kurang berisi. Rajl berarti berambut ikal antara lurus dan keriting. Maksud dari perkataan beliau Syanuah adalah sosok yang berpostur tinggi. Karena suku Syanuah dikenal kaum laki-lakinyaberpostur tinggi. Sedangkan perawakan sedang maksudnya tidak tinggi tidak pendek. Muttafaq ' Subhanahu Wa Ta'ala berfirman [yang artinya], "Mereka mengenalnya sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka."Namun di antara mereka ada kalangan yang menyembunyikan kebenaran agar mereka tetap berpegangan pada kendali temporal masa itu. Mereka mengira, saat agama baru datang, kendali temporal ini akan diambil dari mereka dan agama baru pun akan mengendalikan berbagai umat dan Subhanahu Wa Ta'ala menghendaki agar para rasul langit yang diutus ke bumi saling menolong. Bukan saling bertentangan. Tapi, yang satu menolong yang berfirman [yang artinya], "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud, mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir dengan kekuatan orang-orang mukmin. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar."-QS. Al-Fath 29Allah memberikan gambaran tentang orang-orang yang mengimani risalah Rasulullah dalam Taurat dan Injil; karena agama yang diturunkan kepada Muhammad, yakni agama Islam, adalah agama yang takkan ada lagi agama yang datang setelahnya. Maka dari itu Allah mengungkapkan tentang sirah Rasulullah beserta ciri-ciri beliau dan ciri-ciri para pengikut beliau dalam Taurat dan dalam agama ini terdapat sisi yang hilang dari kaum Yahudi yang terjerumus pada materialisme murni dan meninggalkan spiritualitas. Maka dari itu sirah para pengikut Muhammad diungkap dalam Taurat, "Tanda- tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud."Saat kaum Yahudi bersikap melampaui batas dalam materialisme, Allah datangkan seorang rasul yang condong dan memperhatikan sisi spiritualitas, yaitu Sayyidina Isa putra Maryam 'Alaihimassalam, agar terjadi keseimbangan dalam menjalani kehidupan tanpa berlebihan dan tidak pula demikian Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mempersiapkan bahwa setiap rasul telah disampaikan kabar gembiranya oleh rasul sebelumnya. Tidak ada pertentangan-pertentangan dalam risalah-risalah mereka. Lantaran Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebagai penutup kafilah risalah, tentunya Allah Subhanahu Wa Ta'ala harus mengungkap ciri-ciri beliau bukan dengan penuturan kata-kata, akan tetapi dipaparkan dalam gambaran fisik, di mana begitu melihat beliau maka mereka mengenal dari itu kita mendapati Sayyidina Salman al- Farisi saat melihat Rasulullah di Madinah. Ia melihat sekian banyak tanda pada beliau. Ia pun ingin melihat tanda secara ia melihat di bahu Rasul tanda penutup tetapi apakah itu bermanfaat? Ya. Banyak orang yang mengimani bin Salam pernah mengatakan kepada Rasulullah setelah ia masuk Islam, "Wahai Rasulullah, Yahudi itu kaum yang mengada-ada kedustaan. Bila mereka mengetahui keislamanku sebelum engkau menanyakan kepada mereka, mereka akan mengada- adakan kedustaan di sisimu."Kemudian datanglah kaum Yahudi, sementara Abdullah menyelinap masuk rumah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bertanya, "Seperti apa Abdullah bin Salam di antara kalian?"Mereka menjawab, "Di antara kami, ia orang yang paling luas pengetahuannya, putra orang yang paling luas pengetahuannya di antara kami. Jadi, ia sosok terbaik putra sosok terbaik dari kami."Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam kembali bertanya, "Bagaimana menurut kalian bila ia masuk Islam?""Semoga Allah melindunginya dari itu," jawab langsung keluar menemui mereka seraya berkata, "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah."Mereka berkata, "Dia ini orang terburuk putra orang terburuk di antara kami."Mereka pun melecehkannya." 4Ciri-ciri yang dituturkan dengan kata-kata dan ciri- ciri yang tergambarkan pada fisik sudah disampaikan. Tidak ada ruang untuk mengatakan bahwa agama-agama samawi saling bertentangan. Semuanya saling menopang bahwa "realita bumi" terhubung dengan "ketetapan langit" sesuai tuntutan kondisi zaman baik dari segi waktu maupun orang yang berilmu terasing dari sebagian kaumnya, dan setiap lingkungan mempunyai sisi-sisi yang4 Dari hadis yang disampaikan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab Awal Penciptaan, dari Anas Radhiyallahu 'Anhupositif maupun yang negatif. Hingga, datang seorang rasul membenahi sisi tertentu yang negatif di tempat tetapi Allah mengutus rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi Wasallam setelah berbagai sisi negatif ini menyatu di dunia. Rasul kita datang untuk membenahi sisi-sisi negatif berskala global. Rasulullah datang lengkap dengan bukti ciri-ciri beliau dan ditopang dengan ajaran-ajaran beliau yang meringankan beban dan belenggu yang mengekang mereka. Beban yang memberatkan mereka dan belenggu yang mengekang kedua tangan sampai ke tengkuk leher mereka, yang membuat orang tidak bisa bergerak sebutkan ciri-cirinya. Allah persiapkan akal pikiran bagi manusia untuk menerima kedatangan risalahnya. Allah lepas belenggu mereka dengan cahaya yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Sebab, risalah Nabi Muhammad adalah risalah yang utuh dan Buku Habibana Muhammad, Keagungan beliau dan Hukum Bagi Pencelanya, Penulis Muhammad Ahmad Vad'aqDemikian Artikel " Nabi Muhammad Di Dalam Al-Quran, Injil, Zabur, dan Taurat "Semoga BermanfaatWallahu a'lam BishowabAllahuma sholli 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim- Media Dakwah Ahlusunnah Wal Jamaah -
Nabi Muhammad SAW hadir sebagai rahmat bagi semesta alam. Salah satu bentuk rahmatnya ditunjukkan dengan sikap toleransinya terhadap pemeluk agama berbeda baik kalangan Nasrani dan kalangan Yahudi yang mana keduanya cukup banyak tinggal di SAW bergaul secara baik dengan umat Nasrani dan umat Yahudi. Rasulullah juga berpuasa pada Bulan Muharram untuk memperingati penyelamatan Nabi Musa dan bangsanya dari kekejaman SAW juga menghormati kitab suci kalangan Nasrani dan kitab suci kelompok Yahudi. Rasulullah SAW menghormati Taurat sebagaimana menghormati kitab suci Al-Quran. Rasulullah SAW memperlakukan kitab suci itu karena di dalamnya masih menyebut nama Allah ويسن القيام له أي للمصحف قال في التحفة صح أنه صلى الله عليه وسلم قام للتوراة وكأنه لعلمه بعدم تبديلها اهArtinya, “[Seseorang] dianjurkan untuk berdiri karenanya, yaitu karena menghormati mushaf. Syekh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sebuah hadits shahih menyebutkan bahwa Rasulullah SAW berdiri untuk menghormatik Kitab Taurat seakan dia yakin bahwa tidak ada perubahan di dalamnya,” Lihat Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I’anatut Thalibin, [tanpa catatan kota, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah tanpa catatan tahun], juz I, halaman 69.Adapun bentuk penghormatan dapat berbeda di tiap zaman dan atau di setiap tempat. Penghormatan terhadap sesuatu dapat berbentuk gerakan berdiri, mengangkat topi, melambaikan tangan, atau gerakan lainnya sesuai dengan konvensi sosial yang berlaku di zaman dan di tempat SAW jelas mengambil sikap berdiri untuk menghormati kitab suci Taurat. Sikap berdiri ini merupakan konvensi sosial yang berlaku saat itu sebagai bentuk penghormatan atas ini memberikan pelajaran bagi umat beragama secara umum dan khususnya umat Islam untuk menghormati dan menghargai kitab suci Al-Qur’an dan kitab suci yang lain. Wallahu a lam. Alhafiz K
nabi muhammad dalam injil dan taurat