Kalaupun sampai hari ini kita belum MEMPEROLEH kesuksesan yang diinginkan, mungkin ada beberapa niat atau tindakan kita yang secara tidak disadari " menyalahi " kehendak Alam. Menurut Deepak
Fiksiadalah cerita rekaan atau khayalan pengarangnya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI), fiksi adalah. 1. cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya); 2. rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan; 3. pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran.
Takhayuldalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah, 1. (sesuatu yang) hanya ada dalam khayal belaka: banyak orang kampung yang masih percaya kepada 2. kepercayaan kepada sesuatu yang dianggap
Sesuatuyang hanya ada dalam khayalan: Takhayul: Hanya berdasarkan pada khayalan belaka: Takhayul: Penyakit ayam yang hanya sekali berjangkit: Kojang: Orang yang tidak makan daging, hanya sayur: Vegetarian: Hanya memahami dan menggunakan satu bahasa: Ekabahasa: Orang yang hanya dapat melihat dari jarak dekat:
IMAMAHMAD DAN TUKANG ROTI Kisah ini terjadi pada zaman Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah. Pada suatu saat ketika sedang berpergian, Imam Ahmad ingin menginap di sebuah masjid, dimana beliau
Tabletyang hanya sebesar papan menjadi teknologi yang hanya imajinasi pada zaman dulu. Sekarang, tablet dengan performa terkini bisa kamu temukan di mana-mana. Tak perlu lagi deh bawa laptop yang berat. 4. Facial recognition. foto: businessinsider.com. Sistem keamanan dengan menggunakan wajah dulunya hanya ada di film sci-fi seperti James Bond.
. NilaiJawabanSoal/Petunjuk ILUSI Hanya dalam angan-angan TAKHAYUL Sesuatu yang hanya ada dalam khayalan MENGARANG-NGARANG Mengada-ada; menceritakan mengatakan sesuatu yang tidak benar ternyata,berita itu tidak benar dia hanya ~ saja; CALAK Alat untuk menggosok intan pisau dsb; calak-calak ganti asah menanti tukang belum datang, pb sesuatu yang dipakai sementara waktu saja sebelum ad... SISIPAN Sesuatu yang disisipkan BERKHAYAL 1 melihat sesuatu yang hanya ada dalam angan-angan ia ~ seakan-akan anaknya yang telah meninggal datang mengunjunginya; 2 berbuat sesuatu seperti be... MENGHASILKAN ...daerah manakah yang ~ karet?; 2 membuat mengadakan sesuatu pabrik ini ~ dapat mengakibatkan perdebatan itu hanya ~ ketegangan saja; 4 menjadikan b... MEMIKIRKAN 1 mencari upaya untuk menyelesaikan sesuatu dengan menggunakan akal budi; mempertimbangkan; merenungkan rasanya tidak ada mengingat akan; menyenangk... KECUAII ...g umum; selain dari tidak ada murid yang tidak hadir - seorang murid yang sakit; 2 sesuatu yang diistimewakan dari golongan aturan dsb yang tidak... ANGAN-ANGAN ...s; ~ menerawang langit, pb mencita-citakan segala sesuatu yang tinggi-tinggi; ~ mengikut tubuh, pb bersusah hati karena memikirkan yang bukan-bukan; ... SUARA ... -nya dengan fonem /w/ dalam bahasa Indonesia; 5 sesuatu yang dianggap sebagai perkataan untuk melahirkan pikiran, perasaan, dsb majalah ini merup... JALAN ... 2 perlintasan dari suatu tempat ke tempat lain - ke Bandung lewat Puncak; 3 sesuatu yang dilalui atau dipakai untuk keluar masuk; 4 lintasan; orb... TANGAN 1 anggota badan dari siku sampai ke ujung jari atau dari pergelangan sampai ujung jari; 2 ki sesuatu yang digunakan sebagai atau menyerupai tangan; 3... MEMBUANG ...antai, masukkan ke dalam keranjang sampah; 2 melemparkan sesuatu karena tidak berguna lagi mengamhil isinya dan ~ kulitnya; 3 menghilangkan; menghapu... LEBIH Ada sisanya TITIK ...at segenap penglihatan pd gambar pemandangan; 2 sesuatu yang menarik perhatian orang banyak; pusat perhatian minat; - netral Met daerah langit ya... BUNGA ...a elok warnanya dan harum baunya; kembang; 2 jenis bagi berbagai-bagai bunga; 3 gambar hiasan pd kain, pamor ukiran, dsb; 4 ki sesuatu yang dianggap... IKAN ...ah, pb biar tercapai maksudnya, tetapi jangan ada sesuatu yang merugikan; - di hulu, tuba di hilir, pb perbuatan yang siasia; - di laut, asam di gun... TANAH ...gara; 6 bahan-bahan dari bumi; bumi sebagai bahan sesuatu pasir, napal, cadas, dsb; 7 dasar warna, cat, dsb; - lembah kandungan air, kayu bengkok... SISTEM ...ologis; - ambil bayar pengambilan dan pembayaran sesuatu seperti kambing dan daging yang konsumen terlebih dahulu mengambil sesuatu di pasar untuk ... ANAK ...- komidi; 7 bagian yang kecil pd suatu benda; 8 sesuatu yang lebih kecil dp yang lain - bukit; - baik menantu molek, pb mendapat keuntungan yang ... ILUSIF Hanya ada dalam angan-angan CUMA Tidak ada yang lain; hanya MAYA Semu, hanya ada dalam angan-angan SEMPAT Ada waktu
Penulis Muhammad Ismail TAFSIR AL-QUR’AN—Banyak orang di muka bumi ini, terutama di dunia Barat, yang meyakini dan mengimani adanya Tuhan. Namun, keyakinan dan keimanan mereka didasarkan pada suatu anggapan, bahwa Tuhan itu sekadar ide pandangan, bukan sesuatu yang riil yakni mempunyai pengaruh terhadap kehidupan. Mereka beranggapan bahwa iman akan adanya “Tuhan” berarti iman kepada “ide ketuhanan”, suatu ide yang menurut mereka bagus, karena selama manusia mengkhayalkan ide tersebut, meyakini dan tunduk pada khayalannya itu, ia akan terdorong menjauhi keburukan dan mengerjakan kebajikan. Ini menurut mereka merupakan dorongan dari dalam yang pengaruhnya lebih kuat dibandingkan dorongan dari luar. Oleh karena itu, mereka beranggapan bahwa beriman akan adanya Tuhan merupakan suatu keharusan, dan keimanan semacam ini harus digalakkan agar manusia tetap terdorong secara sukarela melakukan kebajikan dengan dorongan dari dalam, yang mereka namakan sebagai waaziu’ud diini bisikan hati. Orang-orang yang berpandangan semacam itu sangat mudah terjerumus ke dalam ateisme, atau murtad dari sesuatu yang mereka imani pada saat akal mereka mulai berpikir dan mencoba menjangkau hakikat wujud Tuhan yang mereka khayalkan. Apabila akal belum mampu menjangkaunya, atau menjangkau pengaruh/tanda adanya Khalik, mereka dengan segera mengingkari wujud Tuhan dan kufur terhadap Allah. Lebih celaka lagi, keyakinan Tuhan itu hanya suatu ide pemikiran/khayalan bukan sesuatu yang riil, akan menjadikan pula perbuatan baik dan buruk hanya ide, bukan sesuatu yang riil. Akibatnya, manusia mengerjakan atau menjauhi suatu perbuatan menurut kadar khayalannya tentang ide kebaikan dan keburukan tersebut. Penyebab mereka memiliki iman semacam itu karena mereka tidak menggunakan akalnya dalam beriman kepada Allah. Mereka tidak berusaha menguraikan secara aqliy simpul masalah besar, yaitu pertanyaan alami mengenai alam semesta, manusia, dan kehidupan, tentang apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia, dan hubungan ketiga unsur alam, manusia, dan kehidupan tersebut dengan apa yang ada dengan sebelum dan sesudah kehidupan dunia. Namun demikian, mereka menerima pemecahan ini dari orang-orang yang diinginkannya gereja. Mereka mempertahankan keimanannya ini, tanpa berusaha menjangkau eksistensi yang mereka imani. Memang banyak di antara mereka yang berusaha menggunakan akalnya, tetapi mereka selalu mendapat jawaban bahwa agama itu berada di luar akal manusia misteri, sehingga hal ini memaksanya untuk berdiam dan tidak bertanya lagi. Sesungguhnya yang benar adalah Allah itu suatu Zat yang hakiki, bukan sekadar ide khayalan belaka. Wujud-Nya pun dapat dijangkau dan diindra, meskipun suatu hal yang mustahil untuk menjangkau dan melihat Zat-Nya. Bukankah anda melihat bahwa seseorang dapat meyakini adanya pesawat semata-mata dengan mendengarkan suaranya yang menggema di udara, meskipun ia duduk di dalam suatu ruangan. Dengan kata lain, melalui perantaraan indra yang dapat mendengarkan bunyi pesawat terbang, ia memahami adanya pesawat tersebut meskipun tidak melihat dan tidak mampu mengindra zatnya. Dari sinilah ia meyakini keberadaan pesawat yang ada di udara, hanya dari mendengar suaranya, yaitu membenarkan dengan pasti dan yakin keberadaan pesawat terbang tersebut. Memahami “keberadaan” pesawat berbeda dengan memahami zat pesawat. Memahami zatnya tidak akan diperoleh karena tidak mampu menjangkau zatnya. Sedangkan memahami keberadaannya dapat diperoleh dengan pasti hanya melalui suara pesawat-nya. Wujud eksistensi pesawat terbang adalah suatu hal yang riil, bukan semata-mata ide khayalan. Demikian pula halnya dengan segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh indra manusia maka keberadaannya adalah hal yang pasti dan meyakinkan karena dapat disaksikan dan diindra, begitu juga adanya sifat saling membutuhkan antara suatu benda dengan zat lainnya adalah sesuatu yang pasti, karena manusia dapat menyaksikan dan mengindranya. Gugusan bintang di angkasa sangat membutuhkan aturan agar bisa beredar dengan rapi, begitu pula api memerlukan si pemakai untuk bisa menyala. Demikianlah, segala sesuatu yang dapat diindra pasti membutuhkan kepada yang lain. Segala sesuatu yang membutuhkan kepada yang lain, tidak mungkin bersifat azali tidak berawal dan tidak berakhir, sebab bila ia bersifat azali tentu tidak akan membutuhkan kepada yang lain. Adanya sifat membutuhkan kepada yang lain inilah, menunjukkan bahwa ia tidak bersifat azali. Dengan demikian merupakan suatu kepastian bahwa segala sesuatu yang dapat dijangkau dan diindra seluruhnya adalah mahluk secara pasti. Sebab benda-benda tersebut bersifat azali, jadi dengan kata lain merupakan mahkluk ciptaan Sang Pencipta. Pengindraan terhadap makhluk-makhluk Allah sebagaimana pengindraan terhadap suara pesawat adalah sesuatu yang pasti. Keberadaan Khalik yang menciptakan segenap makhluk-makhluk ciptaan-Nya, laksana keberadaan pesawat yang mengeluarkan suara, merupakan sesuatu yang pasti juga. Jadi keberadaan Khalik bagi makhluk-makhluk-Nya adalah sesuatu yang tidak mungkin diingkari pasti. Manusia telah memahami keberadaan makhluk-makhluk itu dengan indra dan akalnya. Dengan pengindraan terhadap makhluk-makhluk itulah maka manusia dapat memahami keberadaan Khalik dengan pasti. Dengan demikian, keberadaan eksistensi Khalik merupakan sesuatu yang hakiki riil, karena eksistensi-Nya dapat dijangkau oleh manusia melalui indranya. Dia bukanlah sekadar ide khayalan dalam benak manusia. Ditinjau secara aqliy, Al-Khalik wajib bersifat azali. Sebab, jika Dia tidak bersifat azali tentulah membutuhkan kepada yang lain, bila demikian halnya berarti Dia makhluk. Oleh karena itu alam riil tidak bersifat azali, sebab membutuhkan aturan dan keadaan tertentu yang tidak bisa lain kecuali harus selalu terikat pada aturan dan kondisi tersebut. Begitu pula halnya dengan materi yang bersifat tidak azali karena membutuhkan yang lain, tidak bisa berubah dari satu kondisi ke kondisi yang lain kecuali dengan proporsi dan aturan tertentu serta tidak bisa lain kecuali terikat pada aturan. Jadi materi itu bersifat membutuhkan kepada yang lain. Oleh karena itu, baik alam riil maupun materi bukanlah pencipta. Sebab keduanya tidak bersifat azali dan qadim terdahulu. Maka tidak ada kemungkinan pencipta yang lain, selain Allah ta’ala. Dengan kata lain Dialah yang bersifat azali dan qadim, yang sebagian orang menyebutnya “Allah, God, Sang Hyang Widhi, atau semisalnya”. Semuanya menunjukkan maksud yang sama, yaitu Allah, pencipta yang azali dan qadim. Walhasil, Allah itu adalah Zat yang hakiki dan dapat dijangkau eksistensi-Nya oleh indra manusia melalui keberadaan makhluk-makhluk-Nya, Tatkala manusia takut kepada Allah, sebenarnya ia takut kepada Zat yang benar-benar ada dan dapat dijangkau eksistensi-Nya melalui indra. Ketika ia beribadah kepada Allah serta bertakarub kepada-Nya, sebenarnya ia tengah beribadah kepada Zat yang benar-benar ada dan dapat dijangkau keberadaan-Nya oleh indra manusia. Begitu juga, ketika ia memohon keridaan Allah, sesungguhnya ia tengah meminta keridaan dari Zat yang ada secara hakiki dan dapat dijangkau eksistensi-Nya oleh indra manusia. Oleh karena itu, tatkala manusia takut dan beribadah kepada Allah serta memohon keridaan-Nya, semua itu dilakukannya dengan penuh keyakinan tanpa secuil pun keraguan. [MNews/Rgl] Sumber Al-Fikru al-Islamiyu Bunga Rampai Pemikiran Islam, Muhammad Ismail. Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Definisi atau arti kata khayalan berdasarkan KBBI Online khayal /khayal/ n 1 lukisan gambar dl angan-angan; fantasi apa yg diceritakan itu • khayal belaka; 2 yg diangan-angankan spt benar-benar ada cerita • khayal;berkhayal /berkhayal/ v 1 melihat sesuatu yg hanya ada dl angan-angan ia berkhayal seakan-akan anaknya yg telah meninggal datang mengunjunginya; 2 berbuat sesuatu spt benar-benar terjadi anak-anak berkhayal seakan-akan kursi menjadi mobil dan ia menjadi supirnya;mengkhayal /mengkhayal/ v menggambarkan melukiskan dl angan-angan; mengangan-angankan; mereka-reka ia sedang mengkhayal bagaimana seandainya musuh menyerang dng tiba-tiba;mengkhayalkan /mengkhayalkan/ v mengkhayal;khayalan /khayalan/ n 1 yg dikhayalkan; hasil angan-angan; fantasi; rekaan; 2 angan-angan ia hidup dl dunia khayalan;pengkhayal /pengkhayal/ n orang yg biasa mengkhayal;pengkhayalan /pengkhayalan/ n proses, cara, perbuatan mengkhayalKata khayalan digunakan dalam beberapa kalimat KBBIReferensi dari KBBI fiktif kalimat ke 1fiktif a bersifat fiksi; hanya terdapat dl khayalan cerita “Pengantin Kali Ciliwung” ini adalah cerita Referensi dari KBBI ilusi kalimat ke 1ilusi 1 n sesuatu yg hanya dl angan-angan; khayalan; 2 n pengamatan yg tidak sesuai dng pengindraan; 3 a tidak dapat dipercaya; palsuReferensi dari KBBI lamun kalimat ke 2dilamun v 1 digenangi; diliputi spt karang tertutup air bersama-sama tenggelam ~ ombak dan gelombang; 2 ki dirundung; diliputi bencana, kesenangan, dsb ia ~ bencana; ia ~ kebahagiaan hidup;Referensi dari KBBI fiksi kalimat ke 1fiksi n 1 Sas cerita rekaan roman, novel, dsb; 2 rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan nama Menak Moncer adalah nama tokoh Referensi dari KBBI hanyut kalimat ke 12menghanyutkan v 1 membawa hanyut; membawa mengalir; menyebabkan hanyut banjir bandang ~ jembatan dan rumah-rumah penduduk; 2 ki membawa diri berangan-angan ~ diri dl khayalan;Referensi dari KBBI awang kalimat ke 8~ cita-cita cita-cita khayalan belakaReferensi dari KBBI fantasi kalimat ke 1fantasi n 1 gambar bayangan dl angan-angan; khayalan cerita itu berdasarkan Referensi dari KBBI visi kalimat ke 2visi yg sama mengenai perjuangan bangsa; 3 kemampuan untuk merasakan sesuatu yg tidak tampak melalui kehalusan jiwa dan ketajaman penglihatan; 4 apa yg tampak dl khayalan; 5 penglihatan; pengamatanReferensi dari KBBI megalomania kalimat ke 1megalomania /mégalomania/ n Psi kelainan jiwa yg ditandai oleh khayalan tt kekuasaan dan kebesaran diriReferensi dari KBBI fiksi kalimat ke 2fiksi , bukan tokoh sejarah; 3 pernyataan yg hanya berdasarkan khayalan atau pikiranReferensi dari KBBI kartun kalimat ke 1kartun n 1 film yg menciptakan khayalan gerak sbg hasil pemotretan rangkaian gambar yg melukiskan perubahan posisi; 2 gambar dng penampilan yg lucu, berkaitan dng keadaan yg sedang berlaku terutama mengenai politikReferensi dari KBBI visioner kalimat ke 1visioner /visionér/ n orang yg memiliki khayalan atau wawasan ke depanPosisi kata khayalan di database KBBI Onlinekhamar - khamir - khamsin - khamzab - khanjar - kharab - kharisma - khas - khasi - khasiat - khat - khatam - khatam - khatib - khatifah - khatimah - khatulistiwa - khauf - khaul - khawas - khawasulkhawas - khawatir - khayal - khayali - khazanah - khi - khianat - khiar - khidaah - khidmah - khidmat - khilaf - khilafiah - khinzir - khisit - khitah - khitan - khitbah - khizanatulkitab - khoja - khojah - khotbah - khudu - khuduk - khulafa
NilaiJawabanSoal/Petunjuk TAKHAYUL Kepercayaan kepada sesuatu yang gaib IMAJINASI Khayalan SEMPAT Ada waktu PASIR Sesuatu yang ada di pantai ZAT Yang menyebabkan sesuatu menjadi ada ILUSI Khayalan; hanya dalam angan-angan FAKTA Sesuatu Yang Benar Benar Terjadi ROH Aku Ada Di Awal Penciptaan Semesta Aku Juga Suatu Akhir Dari Makhlup Hidup MAYA Tampak ada, tetapi nyatanya tidak ada BATIN Sesuatu yang ada di dalam hati KARAKTERISTIK Ciri khas yang ada pada sesuatu PUNGUT Mengambil yang ada di lantai kata dasar DAT Yang menyebabkan sesuatu menjadi ada; wujud KERTANG Kotor karena ada sesuatu yang melekat REWAK, MEREWAK Ada sesuatu yang hendak dikatakan diberitahukan ISI Sesuatu yang ada didalam suatu benda atau sebagainya SYARAT ... dan kententuan berlaku yang suka ada di iklan MALU Merasa sangat tidak enak hati karena berbuat sesuatu yang kurang baik MUDARAT Sesuatu yang tidak menguntungkan, merugikan, tak ada gunanya KELADAU Menjaga sesuatu agar selamat dan tidak ada gangguan TAHAP Bagian dari sesuatu yang ada awal dan akhir SUBSTITUSI Sesuatu sebagai penukar sesuatu yang sudah tidak ada PENGGANTI Sesuatu yang menjadi penukar yang tidak ada atau hilang LENGKARA Tidak boleh jadi; sesuatu yang tidak mungkin ada; mustahil CARI Yang biasa kita lakukan saat mengetahui ada sesuatu yang hilang
Pengertian takhayul dan khurafat mungkin sudah diketahui oleh sebagian besar orang, apalagi kata takhayul atau tahayul. Lalu apa itu tahayul menurut pandangan Islam dan apa itu khurafat? Apakah ada hubungan anatara keduanya. Berikut akan kita bahas mengenai kedua hal tersebut. Takhayul merupakan kepercayaan terhadap sesuatu yang dianggap memiliki kekuatan, terutama kekuatan magis tanpa didasari bukti kebenaran. Sedangkan khurafat adalah serita takhayul atau cerita yang tidak dapat dipercaya kebenarannya karena tidak masuk di akal sehat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata takhayul berarti sesuatu yang hanya ada dalam khayalan belaka atau kepercayaan kepada sesuatu yang dianggap ada atau sakti, tapi sebenarnya tidak ada atau tidak sakti. Sementara khurafat berarti dongan atau ajaran dan sebagainya yang tidak masuk akal. Bisa juga diartikan sebagai cerita takhayul. Pengertian Takhayul Kata takhayul memiliki makna تصورة – تمتلة yang artinya membayangkan. Begitu juga dengan orang sombong yang kagum dengan dirinya sendiri narsis disebut dengan Mukhtal atau Dzul Khuyala. Disebut demikian karena dia membayangkan dirinya hebat seolah-olah tidak da yang mampu menandinginya. Istilah Takhayyul disebutkan dalam Al Qur’an ketika Allah menceritakan sihir yang dilakukan oleh tukang sihirnya Fir’aun. قَالَ بَلْ أَلْقُوا ۖ فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَىٰ Berkata Musa “Silahkan kamu sekalian melemparkan”. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka.[QS. Thaha 66] Tukang sihir Fir’aun kala itu menyihir setiap mata yang menontonnya. Sehingga seolah-olah mata mereka melihat tali dan tongkat menjadi seekor ular. Termasuk juga Nabi Musa alaihis-salam yang juga terbayang dalam diri beliau kalau tali dan tongkat tukang sihir Fir’aun berubah menjadi ular. Pengertian Khurafat Sementara Khurafat menurut Ibnul Mandzur adalah berita yang dibumbui dengan kedutaan. Kebanyakan orang menyebut berita khhayalan atau berita takhayul. Dahulu orang menyebut beritanya Khurafat atau ceritanya Khurafat. Dijelaskan oleh Ibnul Kalbi bahwa Khurafat merupakan nama orang dari Bani Udzrah atau Bani Juhainah. Dia pernaah diculik jin kemudian kembali ke kampungnya. Setelah kejadian itu, dia bercerita banyak tentang berbagai kejadian yang ia lihat, sehingga banyak orang terheran-heran. Sampai- sampai mereka tidak percaya dan menganggap Khurafat berdusta. Dari sanalah terkenal istilah Beritanya Khurafat. Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Az Zirikli. Khurafat adalah nama seorang lelaki dari Bani Udzrah yang hilang dari kampungnya dalam kurun waktu yang lama lalu ia kembali. Dia berkhayal telah disekap jin dan dia juga bercerita telah melihat berbagai kejadian aneh. Kemudian Khurafat menceritakannya secara panjang lebar kepada masyarakat. Hingga pada akhirnya istilah untuk menyebut berita dusta diantara mereka dikenal dengan Beritanya Khurafat. Mereka juga membuat istilah Lebih pembohong daripada Khurafat’. Dapat disimpulkan jika kata Khurafat artinya berita atau informasi yang mengandung kedustaan didalamnya. Kaitannya Tahayul dan Harokat dengan Khurafat Dua kata diatas, yakni takhayul dan khurafat selalu digandengkan karena semua keterangan dusta berawal dari khayalan seseorang. Khayalan yang tanpa bukti, tidak sesuai kenyataan, dan tidak didukung oleh dalil. Ketika hal tersebut diyakini, statusnya menjadi khurafat atau keyakinan dusta dan merupakan perbuatan yang menyimpang dari syariat. Mayoritas manusia akan mengingkari jika dikatakan bahwa seorang haroki masih mempercayai hal-hal khurafat. Mereka yang mengaku haroki lebih dekat dengan alam nyata dan bahkan sangat berlebihan ketika mengagungkan suatu fenomena. Para haroki senantiasa merujuk kepada penyelesaian yang masuk akal saja. Sementara orang yang mempercayai hal-hal khurafat lebih dekan dengan hal-hal ghaib sebagaimana yang telah kita ketahui. Meskipun begitu, jika diamati dengan seksama kenyataan harokah atau harokat dilapangan justru tidak demikian. Para pengikut sufi adalah mayoritas orang yang mengatakan dia seorang haroki, tapi dekat dengan khurafat. Mayoritas tokoh harokah berakidah Asy Ariyah atau Matudiriyah. Dimana menurut para salafus-sunnah mereka kerap membuat pernyataan-pernyataan awam yang terkadang menyesatkan. Demikian penjelasan kami mengenai Pengertian Takhayul Khurafat. Semoga bermanfaat. Originally posted 2021-08-17 114518.
Oleh A. Zainal Mutaqin KHAYALAN adalah hal yang berhubungan dengan sesuatu yang tidak benar-benar ada dan hanya ada dalam benak atau pikiran saja wikipedia. Contoh; kuda terbang, manusia berkepala singa, matahari berbentuk kubus dan sebagainya. Sifat bebas dan tanpa batasan ini membuat para ahli filsafat berkesimpulan bahwa khayalan manusia lebih tinggi derajatnya ketimbang kehidupan di alam nyata. Kita belum pernah melihat ada gunung emas di dunia ini, atau sekawanan rusa terbang melintasi gugusan bintang. Namun itu semua dapat muncul di alam khayal manusia yang baru bisa diwujudkan dalam bentuk gambar atau movie hasil editan lalu ditampilkan di layar lebar. Selain sifatnya bebas dan tanpa batasan, khayalan memiliki sifat lain yang tak kalah unik yaitu bebas dari cacat atau sempurna sesuai keinginan. Contohnya, khayalan seorang remaja laki-laki akan wanita pujaannya. Ia membayangkan seorang wanita cantik yang baru saja menjadi tetangga rumahnya. Pemuda ini belum mengenal wanita tersebut namun khayalannya telah melampaui fakta di alam nyata. Hampir setiap menjelang tidur ia terlebih dahulu membayangkan wanita yang menurutnya sangat cantik itu. Dalam khayalannya, wanita itu begitu mencintai dirinya, selalu terlihat manis karena senyumannya dan pakaian seksi penuh gairah. Khayalannya pun menerawang semakin jauh. Pemuda itu mengajak sang wanita jalan-jalan ke tempat yang sangat indah. Sebuah tempat dimana tidak ada sampah sedikitpun, orang-orang di dalamnya pun tidak membutuhkan makan dan langit selalu cerah tanpa ada hujan apalagi gelap menjelang malam. Belum pernah dan tidak akan pernah sang pemuda membayangkan wanita itu dengan khayalan yang buruk. Seperti, ketika menjemput wanita di rumahnya ternyata sang ayah tidak mengizinkan anak perempuannya jalan bersama dirinya sehingga batal-lah rencana jalan-jalan. Atau ketika berjalan di tempat yang indah sambil berpegangan erat, karena si wanita mengidap penyakit epilepsi, ia terjatuh lalu kejang-kejang dan tak lama kemudian keluar busa dari mulutnya. Atau ketika hendak pulang ke rumah mereka dicegat oleh segerombolah preman. Si wanita diperkosa, dirinya dibunuh lalu handphone, dompet dan motornya dibawa kabur. Demikianlah khayalan indah, bebas dari apa yang tidak diinginkan dan selalu berjalan sesuai hawa nafsu. Namun walaupun demikian, khayalan tetap lebih tinggi nilainya ketimbang alam nyata. Bahkan di abad pertengahan khayalan dianggap lebih penting dari ilmu pengetahuan. Karena saking banyaknya temuan-temuan baru yang awalnya sebuah khayalan. Sebut saja pesawat terbang, awalnya adalah khayalan manusia setelah melihat burung yang bisa melayang di udara. Atau pembuatan perahu layar yang terilhami dari sebatang kayu mengambang di sungai. Saking bermanfaatnya sebuah khayalan sampai-sampai seorang ilmuwan abad 20 yang bernama Albert Einstein berkata, “imagine better than knowledge”. Lalu, adakah kehidupan yang lebih tinggi nilainya dan lebih indah wujudnya dibanding khayalan ? Dari Sahl ibn Sa’ad ra. berkata; “aku menyaksikan Nabi -sallallahu alaihi wa sallam- dalam suatu majlis menerangkan sifat surga hingga selesai, kemudian dalam akhir pembicaraan Beliau -sallallahu alaihi wa sallam- bersabda; di dalam surga itu ada suatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terbetik dalam hati manusia. Lalu Beliau -sallallahu alaihi wa sallam- membacakan firman Allah -subhanahu wa ta’ala- “… siapapun tidak tahu apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu bermacam-macam ni’mat yang menyedapkan pandangan mata”. as-Sajdah 17. HR. Bukhari Sesempurna dan setinggi apapun khayalan manusia tetap derajatnya dibawah keindahan surga, karena khayalan merupakan produk dari kombinasi pikirian manusia. Sedangkan surga, jangankan terlihat dan dirasakan oleh panca indera, terlintas di pikiran pun tidak akan pernah sejak manusia pertama hingga manusia terakhir. Demikianlah surga, tempat kembali orang-orang yang beriman. Sedap dipandang mata, dipenuhi dengan beragam kenikmatan dan kekal selamanya. Ia lebih menakjubkan ketimbang khayalan tertinggi manusia, apalagi jika dibanding dunia yang biasa kita lihat sehari-hari. Betapa bodohnya manusia jika tidak mau beriman. Ia rela menjual aqidah agamanya demi kenikmatan dunia yang teramat picisan. []
sesuatu yang hanya ada dalam khayalan